Jika kita perhatikan ada 2 kelompok besar di dunia ini, yaitu
entrepreneur dan karyawan. Kini kita mengerti bahwa keduanya adalah dua
elemen yang saling melengkapi untuk menguatkan perekonomian.
Namun,
berikut adalah beberapa perbedaan karakteristik yang fundamental yang
memisahkan keduanya. Mari kita lihat perbedaan-perbedaan tersebut.
Entrepreneurakan mengejar gairah dan tujuan mereka! Mereka tahu dengan
persis apa yang mereka ingin lakukan dalam kehidupan. Karyawan hanya
memiliki sedikit gairah dan dorongan untuk mencapai tujuan. Mungkin
mereka punya mimpi tapi sering mereka patah arang saat berhadapan dengan
orang-orang pesimis karena dianggap gila mau menukarkan kemapanan dan
kenyamanan hanya untuk stres menjalani gaya hidup entrepreneur yang
tidak pasti.
Entrepreneur suka mengendalikan keadaan keuangan mereka dengan ketat.
Mereka bekerja dengan perintah sendiri dan menentukan sendiri berapa
banyak yang harus mereka dapatkan atas hasil jerih payah mereka. Mereka
dengan leluasa akan bisa menentukan bayaran mereka sendiri. Sementara
karyawan tidak bisa secara Mandiri menentukan nilai kerja keras mereka. Hal itu sedikit banyak tergantung pada atasan mereka.
Entrepreneur selalu berkata “harus jadi nomor satu”! Tidak ada yang
seantusias itu dalam mengucapkan tujuan mereka menjadi nomor satu. Para
pegawai menghabiskan waktu untuk meniti karir dan bekerja keras untuk
mendaki jenjang karir yang sudah pasti.
Entrepreneur melakukan sesuatu yang bermanfaat! Tak hanya bagi
keluarga, entrepreneur juga biasanya memberikan kontribusi positif bagi
masyarakat umum di sekitarnya. Mereka suka memberikan pengaruh positif
pada orang lain. Karyawan biasanya mengambil apa yang telah tersedia
meskipun itu bukan yang mereka inginkan.
Entrepreneur bisa menghabiskan waktu mereka dengan keluarga dan
orang-orang terkasih lebih banyak! Karena mereka memimpin, mereka bisa
menentukan waktu untuk keluarga dengan leluasa. Karyawan harus terikat
dengan alokasi waktu yang telah ditentukan atasannya agar bisa
meluangkan waktu dengan keluarganya. Kini banyak pekerja menghabiskan
waktu lebih banyak dengan para teman kerja dibandingkan keluarganya.Entrepreneur menentukan aturan main! Merekalah orang-orang yang
bertanggung jawab atas usaha mereka. Mereka menentukan aturan, jam, dan
jadwal mereka sendiri. Sementara karyawan mengikuti aturan yang
entrepreneur buat. Karyawan melakukan apa yang disuruh, kapan harus
dilaksanakan, dan bagaimana seharusnya pekerjaan dilakukan.
Entrepreneur tak segan ambil risiko! Ini penting karena tanpa keberanian
ambil risiko, tidak ada dinamika dalam bisnis dan kehidupan. Risiko
memang punya dua mata pisau, yang bisa melukai lawan dan kita sendiri.
Entrepreneur tahu bahwa risiko ialah sebauh keharusan untuk mencapai
sukses. Pegawai berpikir risiko hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan
dalam kehidupan. Mereka lebih suka bermain aman dan bermental takut
untuk kehilangan apa yang sudah mereka kumpulkan.
Entrepreneur terus perbaiki diri! Mereka membantu orang mengubah
dunia. Mereka menemukan hal-hal baru tentang diri mereka dalam setipa
langkah bisnis mereka. Tiap entrepreneur memiliki sesuatu untuk
diberikan pada masyarakat dan perekonomian agar menjadi lebih baik.
Karyawan cenderung terfokus pada diri mereka sendiri dan tidak belajar
atau menemukan hal baru tentang diri mereka.
Entrepreneur menantang status quo! Mereka tahu untuk bisa menjadi lebih
baik dan makmur dari sekarang mereka harus melakukan sesuatu yang tidak
mau dilakukan oleh orang lain. Inilah mengapa banyak orang berpikir
orang yang mendirikan usaha sendiri adalah orang gila. Karyawan lebih
suka mengikuti orang lain. Mereka suka mengikuti arus/ tren, bahkan jika
arus itu menggiring mereka ke sebuah jurang penuh karang!
Entrepreneur SELALU memiliki alasan mengapa mereka melakukan apa yang
mereka lakukan. Tanyakan itu pada setiap orang yang memiliki usaha.
Mereka tahu alasannya. Alasan itu biasanya dibangun atas dasar emosi dan
gairah. Alasan itu bisa berupa inspirasi dari seseorang. Karyawan,
sebaliknya, hanya tahun apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka
melakukannya, tanpa tahu untuk apa mereka melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar