Hidup adalah pilihan, mau pilih hidup
enak, hidup susah, hidup pas – pasan, hidup yang berkembang dan maju
atau hidup stagnan. Jika ditanya, manakah yang Anda akan pilih,
melakukan suatu usaha/pekerjaan penting disaat tidak mendesak atau
melakukan suatu usaha/pekerjaan penting disaat mendesak? Pernah
mendapati situasi dimana kita melakukan sesuatu yang penting pada saat
yang mendesak? Saya pernah, pada saat itu saya sudah tidak bekerja, uang
tabungan terus menipis dan kebutuhan hidup terus berjalan dan bertambah
naik, dalam kondisi seperti itu lebih sulit bagi kebanyakan dari
manusia untuk bertindak menggunakan akal sehat, pada saat seperti itu
akan lebih sulit untuk memulai wirausaha sehubungan dengan ketersediaan
modal dan bersikap positif, oleh karenanya jika saat ini Anda sedang
dalam kelapangan perlu juga mempersiapkan juga alternatif lainnya untuk
menghadapi masa - masa sulit nantinya
Pengalaman adalah
guru yang terbaik, ilmu tidak hanya bisa didapat dari bangku akademik
tapi bisa didapat kapan saja dan dimana saja terlebih di era informasi
dan komunikasi global seperti era internet saat ini, ilmu dan informasi
sangat cepat didapat. Namun yang lebih utama adalah penerapan ilmu yang
kita miliki.
Menjadi entrepreneur adalah salah satunya. Beberapa survey
mencatat bahwa negara – negara maju memiliki entrepreneur diatas 5%,
dimana diatas angka syarat suatu negara yang perekonomiannya sudah maju
sebesar 2%. Indonesia baru memiliki jumlah entrepreneur sebesar 1,6%
dari 240 juta penduduk.
Di Singapura tercatat sebesar 7,2% dan Jepang
10% dari total penduduknya. Saat ini komposisi profesi yang terdapat di
Indonesia terdiri dari Buruh/Karyawan sebesar 87%, PNS dan TNI sebanyak
3,8%, Entrepreneur sebanyak 8% dan lain – lain sebanyak 1,2%. Menjadi
agen asuransi adalah salah satu profesi pilihan yang sebagian besar
cenderung kepada entrepreneurship. Para agen secara tidak langsung dapat
memiliki bisnis mereka sendiri dengan cara bermitra kepada perusahaan
asuransi dan bertanggungjawab secara pribadi terhadap kesuksesan bisnis
mereka sendiri.
Menyalurkan minat dan jiwa sosial
dengan membantu memberikan solusi keuangan kepada perorangan, keluarga
atau suatu instansi. Menjadi agen asuransi tidak hanya melulu tentang
uang komisi, bonus produksi, bonus jalan – jalan tapi juga secara tidak
langsung membangu klien bahkan prospek yang belum menjadi klien dalam
memilih solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, bahkan
tidak hanya solusi keuangan saja tapi juga membantu klien dalam urusan
kesehatan mereka, memberikan solusi proteksi jiwa, manfaat rawat inap,
proteksi sakit kritis, proteksi kecelakaan dan beberapa manfaat
kesehatan lainnya.
Dalam sistem asuransi syariah pun, klien sudah
dipungut sebagian hartanya untuk donasi dengan dikenakannya iuran
tabbaru’, yang saat ini digunakan sebagai jaminan jika perusahaan
asuransi tidak mengalami surplus atau sebaliknya digunakan sebagai nilai
tambah dengan adanya surplus sharing.
Financial Freedom. Pengertian ini
banyak sekali diartikan secara berbeda – beda.
Pada hakekatnya financial
freedom mengacu pada keadaan dimana seseorang dianggap telah terbebas
dari masalah financial, merekapun disebut sebagai wealthy person.
Masalah keuangan akan tetap ada karena itu termasuk dalam komponen
kehidupan yang disebut resiko, namun bagi seorang wealthy person,
masalah itu dapat diatasi tanpa menimbulkan suatu masalah lain pada saat
itu dan masa yang akan datang.
Mudahnya menyelesaikan masalah tanpa
masalah. Sistem network marketing yang diterapkan dalam pengembangan
bisnis asuransi ternyata mendukung seseorang dan banyak orang yang
sukses dalam bisnis ini menjadi seorang wealthy person, bahkan sebagian
besar dari mereka dapat mewariskan bisnis mereka tersebut kepada ahli
waris dan keturunannya.
Ingin segera memiliki side job dan pengembangan pribadi terutama di dunia financial yang satu ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar