Selasa, 29 Juli 2014

Entrepreneur atau karyawan pilihan anda

Apakah Anda tipe pegawai yang selalu tidak betah di kantor dan sering berpindah tempat kerja? Nah, bisa jadi mental pegawai memang tidak melekat pada Anda. Jalan keluar dari masalah seperti itu hanya satu, yaitu menjadi seorang entrepreneur. Siapa tau, mental dan jiwa pengusaha Anda memang lebih besar dibandingkan saat menjadi pegawai. Yang perlu kita semua pahami, untuk berkarya dan menjadi sukses, tidak perlu menunggu hingga usia yang sangat matang.

Usia muda, janganlah dijadikan sebuah penghalang untuk maju dan membuat impian Anda jadi nyata. Bila Anda ingin menjadi pengusaha dan wiraswasta yang sukses, ada baiknya untuk terus mencoba dan terus belajar dari pengalaman pada saat mencoba. Jadikan pengalaman sebagai suatu rambu-rambu, agar kelak Anda tidak akan jatuh di lubang yang sama. Gagal itu biasa, tanpa gagal kita tidak akan belajar. Namun kegagalan untuk kesekian kali, adalah sebuah kebodohan.

Walaupun memulai sebuah usaha sendiri menuai resiko yang besar, tak ada salahnya untuk dijalani dan persiapkan diri Anda menjadi sosok yang sukses meski usia tergolong muda. Lalu akan timbul beragam pertanyaan untuk meyakinkan keputusan Anda menjadi entrepreneur. Bagaimana memulainya? Apa yang harus dilakukan pertama? Bagaimana modalnya? Takut gagal? Dan ribuan list pertanyaan lainnya. Nah, berikut kami berikan tiga jurus mudah untuk memulai usaha sendiri.

Mana yang lebih baik menjadi seorang karyawan atau pengusaha? Manakah dari keduanya yang lebih menguntungkan, lebih mudah, dan tingkat stresnya lebih sedikit?

Bagi seseorang, sangat sulit untuk menentukan apakah menjadi seorang pengusaha atau pegawai yang lebih baik. Mereka yang berkeinginan untuk menjadi seorang pengusaha menemukan kepuasan tersendiri, kebahagiaan, dan kesuksesan dengan bisnis mereka sendiri.
Namun, bagi mereka yang bekerja sebagai karyawan, memiliki kepuasan tersendiri setelah naik pangkat di perusahaan tempat mereka bekerja. Ada banyak keuntungan dan kerugian menjadi seorang karyawan atau pengusaha. Berikut adalah beberapa di antaranya, seperti dikutip dari marketing.co.id :

Keuntungan dan kerugian menjadi karyawan
Sebagai seorang karyawan, Anda seorang spesialis. Anda akan diberikan serangkaian tugas berdasarkan posisi dan jenis pekerjaan Anda. Anda akan fokus mengerjakan tanggung jawab yang diberikan perusahaan kepada Anda.
Anda tetap berpegang pada apa yang Anda ketahui. Jika Anda seorang akuntan, maka Anda hanya perlu bekerja pada fungsi penghitungan, dan jika Anda seorang perwakilan layanan pelanggan, maka Anda bekerja hanya dalam berurusan dengan pelanggan.

Jumlah penghasilan dari seorang karyawan juga terbilang dapat diprediksi: Anda sudah tahu berapa banyak Anda akan menerima pembayaran, dan ketika Anda akan mendapatkan bayaran (misalnya mingguan, dua mingguan atau sebulan sekali). Apakah Anda melakukan pekerjaan terbaik Anda atau hanya begitu-begitu bekerja bulan itu, Anda masih bisa menerima gaji Anda secara teratur.
Waktu kerja Anda juga tetap. Apakah itu pekerjaan 5 sampai 9, Anda diharapkan bekerja dalam periode waktu itu, jika Anda memilih untuk begitu, Anda dapat melupakan pekerjaan segera setelah Anda meninggalkan kantor. Kecuali Anda gila kerja atau terlibat dalam pekerjaan yang bekerja saat akhir pecan.  Anda juga dapat menikmati akhir pekan Anda bersama keluarga tanpa memikirkan pekerjaan Anda.
Karyawan juga menikmati ketersediaan perlindungan asuransi kesehatan, di mana Anda membayar sumbangan yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan membeli asuransi sendiri.
Sisi negatifnya tentu saja adalah bahwa Anda hanya seorang karyawan. Apakah Anda setuju dengan visi perusahaan, strategi atau arah, tidak ada yang dapat Anda lakukan tentang hal itu kecuali jika Anda berada dalam posisi kekuasaan. Pilihan Anda adalah mengikuti (meskipun enggan) atau meninggalkan pekerjaan Anda.

Jika Anda ingin memiliki suara yang lebih dalam proses pengambilan keputusan perusahaan, Anda harus bangkit dan mendapat promosi ke posisi bersama tanggung jawab yang lebih. Akan tetapi, naik tangga perusahaan tidaklah mudah karena Anda harus bersaing dengan karyawan lain.
Penghasilan Anda juga sudah ditentukan. Jika Anda dibayar Rp 36 juta per tahun, maka itu adalah jumlah yang akan Anda terima. Kecuali perusahaan Anda menawarkan bonus dan tunjangan lain untuk kinerja yang sangat baik, ada sangat sedikit kesempatan untuk meningkatkan gaji tahunan Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar