Apakah Anda tipe pegawai yang selalu tidak betah di kantor dan sering
berpindah tempat kerja? Nah, bisa jadi mental pegawai memang tidak
melekat pada Anda. Jalan keluar dari masalah seperti itu hanya satu,
yaitu menjadi seorang entrepreneur. Siapa tau, mental dan jiwa pengusaha
Anda memang lebih besar dibandingkan saat menjadi pegawai. Yang perlu
kita semua pahami, untuk berkarya dan menjadi sukses, tidak perlu
menunggu hingga usia yang sangat matang.
Usia muda, janganlah dijadikan sebuah penghalang untuk maju dan
membuat impian Anda jadi nyata. Bila Anda ingin menjadi pengusaha dan
wiraswasta yang sukses, ada baiknya untuk terus mencoba dan terus
belajar dari pengalaman pada saat mencoba. Jadikan pengalaman sebagai
suatu rambu-rambu, agar kelak Anda tidak akan jatuh di lubang yang sama.
Gagal itu biasa, tanpa gagal kita tidak akan belajar. Namun kegagalan
untuk kesekian kali, adalah sebuah kebodohan.
Walaupun memulai sebuah usaha sendiri menuai resiko yang besar, tak
ada salahnya untuk dijalani dan persiapkan diri Anda menjadi sosok yang
sukses meski usia tergolong muda. Lalu akan timbul beragam pertanyaan
untuk meyakinkan keputusan Anda menjadi entrepreneur. Bagaimana
memulainya? Apa yang harus dilakukan pertama? Bagaimana modalnya? Takut
gagal? Dan ribuan list pertanyaan lainnya. Nah, berikut kami berikan
tiga jurus mudah untuk memulai usaha sendiri.
Mana yang lebih baik menjadi seorang karyawan atau pengusaha? Manakah
dari keduanya yang lebih menguntungkan, lebih mudah, dan tingkat
stresnya lebih sedikit?
Bagi seseorang, sangat sulit untuk menentukan apakah menjadi seorang
pengusaha atau pegawai yang lebih baik. Mereka yang berkeinginan untuk
menjadi seorang pengusaha menemukan kepuasan tersendiri, kebahagiaan,
dan kesuksesan dengan bisnis mereka sendiri.
Namun, bagi mereka yang bekerja sebagai karyawan, memiliki kepuasan
tersendiri setelah naik pangkat di perusahaan tempat mereka bekerja. Ada
banyak keuntungan dan kerugian menjadi seorang karyawan atau pengusaha.
Berikut adalah beberapa di antaranya, seperti dikutip dari
marketing.co.id :
Keuntungan dan kerugian menjadi karyawan
Sebagai seorang karyawan, Anda seorang spesialis. Anda akan diberikan
serangkaian tugas berdasarkan posisi dan jenis pekerjaan Anda. Anda
akan fokus mengerjakan tanggung jawab yang diberikan perusahaan kepada
Anda.
Anda tetap berpegang pada apa yang Anda ketahui. Jika Anda seorang
akuntan, maka Anda hanya perlu bekerja pada fungsi penghitungan, dan
jika Anda seorang perwakilan layanan pelanggan, maka Anda bekerja hanya
dalam berurusan dengan pelanggan.
Jumlah penghasilan dari seorang karyawan juga terbilang dapat
diprediksi: Anda sudah tahu berapa banyak Anda akan menerima pembayaran,
dan ketika Anda akan mendapatkan bayaran (misalnya mingguan, dua
mingguan atau sebulan sekali). Apakah Anda melakukan pekerjaan terbaik
Anda atau hanya begitu-begitu bekerja bulan itu, Anda masih bisa
menerima gaji Anda secara teratur.
Waktu kerja Anda juga tetap. Apakah itu pekerjaan 5 sampai 9, Anda
diharapkan bekerja dalam periode waktu itu, jika Anda memilih untuk
begitu, Anda dapat melupakan pekerjaan segera setelah Anda meninggalkan
kantor. Kecuali Anda gila kerja atau terlibat dalam pekerjaan yang
bekerja saat akhir pecan. Anda juga dapat menikmati akhir pekan Anda
bersama keluarga tanpa memikirkan pekerjaan Anda.
Karyawan juga menikmati ketersediaan perlindungan asuransi kesehatan,
di mana Anda membayar sumbangan yang relatif lebih kecil jika
dibandingkan dengan membeli asuransi sendiri.
Sisi negatifnya tentu saja adalah bahwa Anda hanya seorang karyawan.
Apakah Anda setuju dengan visi perusahaan, strategi atau arah, tidak ada
yang dapat Anda lakukan tentang hal itu kecuali jika Anda berada dalam
posisi kekuasaan. Pilihan Anda adalah mengikuti (meskipun enggan) atau
meninggalkan pekerjaan Anda.
Jika Anda ingin memiliki suara yang lebih dalam proses pengambilan
keputusan perusahaan, Anda harus bangkit dan mendapat promosi ke posisi
bersama tanggung jawab yang lebih. Akan tetapi, naik tangga perusahaan
tidaklah mudah karena Anda harus bersaing dengan karyawan lain.
Penghasilan Anda juga sudah ditentukan. Jika Anda dibayar Rp 36 juta
per tahun, maka itu adalah jumlah yang akan Anda terima. Kecuali
perusahaan Anda menawarkan bonus dan tunjangan lain untuk kinerja yang
sangat baik, ada sangat sedikit kesempatan untuk meningkatkan gaji
tahunan Anda.









